Selasa, 23 Agustus 2016

Pengantar Pendidikan


Lusi Ruspitasari (@lusi_ruspita_s)

 Hakikat Manusia dan Perkembanganya

Perbedaan Manusia dan Hewan
           
Hewan
Manusia
1. Memiliki kemampuan siap pakai ketika lahir
2.   Makhluk biologis
3.   Punya instik
4.   Bertindk menurut   instink
5.   Tidak mengenal etika, estetika dan agama
1.  Ketika dilahirkan tidak berdaya sama sekali
2.               Makhluk biologis, individu dan sosial
3.               Potensi yang berkembang
4.               Bertanggung jawab
5.               Punya etika, estetika, dan agama .

Sifat Hakikat Manusia
Pengertian
Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakteristik, yang secara prinsipil  membedakan manusia dari hewan
Wujud sifat hakikat manusia
§Kemampuan menyadari diri
§Kemampuan bereksistensi
§Pemilikan kata hati
§Moral
§Kemampuan bertanggung jawab
§Rasa kebebasan (kemerdekaan)
§Kesediaan melaksanakan kewajiban dan
   menyadari hak
§Kemampuan menghayati kebahagiaan.
Dimensi-dimensi Hakikat Manusia serta potensi, keunikan dan dinamikanya
Ada 4 macam dimensi yang akan dibahas, yaitu:
§Dimensi keindividualan
§Dimensi kesosialan
§Dimensi kesusilaan
§Dimensi keberagamaan
§Dimensi Keindividualan
Lysen mengartikan individu sebagai “orang-seorang”, sesuatu yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in devide). individu diartikan sebagai pribadi.
karena adanya individualitas itu setiap orang memiliki kehendak, perasaan, cita-cita, kecenderungan, semangat, dan daya tahan yang berbeda.
§     Dimensi kesosialan
Setiap bayi yang lahir dikaruniai potensi sosialitas.(MJ Langeveld). Artinya bahwa setiap anak dikarunia benih kemungkinan untuk bergaul.Bahkan menurut Langeveld, adanya kesediaan untuk saling memberi dan menerima itu dipandang sebagai kunci sukses pergaulan.
§     Dimensi Kesusilaan
Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi.
Dalam bahasa ilmiah sering digunakan dua macam istilah yang mempunyai konotasi berbeda yaitu etiket (persoalan kepantasan dan kesopanan) dan etika (persoalan kebaikan)
Pendidikan kesusilaan meliputi rentangan yang luas penggarapannya, mulai dari ranah kognitif yaitu dari mengetahui sampai kepada menginternalisasi nilai sampai kepada ranah afektif dari meyakini, meniati sampai kepada siap sedia untuk melakukan
§Dimensi Keberagamaan
Pengembangan Dimensi Hakikat Manusia :
û  Pengembangan yang utuh
Tingkat keutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh dua faktor, yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri secara potensial dan kualitas pendidikan yang disediakan untuk memberikan pelayanan atas perkembangannya.
            Pengembangan yang Utuh dapat dilihat dari
berbagai segi yaitu:
a. Dari Wujud Dimensinya
Keutuhan terjadi antara aspek jasmani dan rohani, antara dimensi keindividualan, kesosialan, kesusilaan dan keberagaman , antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Pengembangan aspek jasmani dan rohani dikatakan utuh jika keduanya mendapat pelayanan secara seimbang.
b. Dari wujud pengembangannya
Keutuhan pengembangan dimensi hakikat manusia dapat diarahkan kepada pengembangan dimensi keindividualan, kesosialan, kesusilaan, dan keberagaman secara terpadu.
û  Pengembangan yang Tidak Utuh
Pengembangan yang tidak utuh terhadap dimensi  manusia akan terjadi di dalam proses pengembangan jika ada unsur dimensi hakikat manusia yang terabaikan untuk ditangani
Misal dimensi kesosialan didominasi oleh pengembangan dimensi keindividualan
Pengembangan
§     Pengembangan secara horizontal: pengembangan yang berimbang antara domain kognitif, afektif dan psikomotor
§     Pengembangan secara vertikal : pengembangan masing-masing domain kognitif, afektif, dan psikomotor dari jenjang rendah ke jenjang lebih tinggi
Sosok Manusia Indonesia Seutuhnya
Sosok manusia Indonesia seutuhnya telah dirumuskan dalam GBHN mengenai arah pembangunan jangka panjang.
Dinyatakan bahwa pembangunan nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia


Rounded Rectangle: Refleksi Diri
Apa akibatnya jika pengembangan tingkah laku calon guru secara horisontal tidak dikerjakan dengan baik?
Apa pula akibatnya jika hal demikian itu terjadi pada pengembangan tingkah laku secara vertikal?
Dari semua sifat hakikat manusia tersebut manakah yang anda rasa belum memiliki secara mantap sebagai calon guru? Upaya apa yang anda kerjakan untuk memantapkannya?
 








Text Box: 2



Rounded Rectangle: LANDASAN PENDIDIKAN
Text Box:                                   Landasan    dan Asas-Asas     
                            Pendidikan serta Penerapannya



A.  Landasan Filososfis
§Pengertian Landasan Filosofis
  Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandangan dalam filsafat pendidikan, menyangkut keyakinan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan.
§Aliran Filsafat
  Esensialisme
Esensialisme adalah mashab pendidikan yang mengutamakan pelajaran teoretik (liberal arts) atau bahan ajar esensial.
  Perenialisme
Perensialisme adalah aliran pendidikan yang megutamakan bahan ajaran konstan (perenial) yakni kebenaran, keindahan, cinta kepada kebaikan universal.
  Pragmatisme dan Progresifme
Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis, di bidang pendidikan, aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional.
   Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.
§Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem
  Pendidikan Nasional
  Pasal 2 UU RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. sedangkan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia.
B.  Landasan Sosiologis
§Pengertian Landasan Sosiologis
Dasar sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masyarakat.Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan.
§Masyarakat indonesia sebagai Landasan
  Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional
Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan masyarakat terutama dalam hal menumbuhkembangkan KeBhineka tunggal Ika-an, baik melalui kegiatan jalur sekolah

(umpamanya dengan pelajaran PPKn, Sejarah Perjuangan Bangsa, dan muatan lokal), maupun jalur pendidikan luar sekolah (penataran P4, pemasyarakatan P4 nonpenataran)
C.  Landasan Kultural
§Pengertian Landasan Kultural
Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/ dikembangkan dengan jalur mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baiksecara formal maupun informal.
§Kebudayaan sebagai Landasan Sistem
  Pendidkan Nasional
  Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik di setiap daerah itu melalui upaya pendidikan sebagai wujud dari kebineka tunggal ikaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal ini haruslah dilaksanakan dalam kerangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan negara indonesia sebagai sisi ketunggal-ikaan.
D. Landasan Psikologis
§Pengertian Landasan Psikologis
Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Pemahaman terhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.
§Perkembangan Peserta Didik sebagai
  Landasan Psikologis
Pemahaman tumbuh kembang manusia sangat penting sebagai bekal dasar untuk memahami peserta didik dan menemukan keputusan dan atau tindakan yang tepat dalam membantu proses tumbuh kembang itu secara efektif dan efisien.
§Perkembangan IPTEK sebagai Landasan
  Ilmiah
Iptek merupakan salah satu hasil pemikiran manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, yang dimualai pada permulaan kehidupan manusia. Lembaga pendidikan, utamanya pendidikan jalur sekolah harus mampu mengakomodasi dan mengantisipasi perkembangan iptek. Bahan ajar sejogjanya hasil perkembangan iptek mutahir, baik yang berkaitan dengan hasil perolehan informasi maupun cara memproleh informasi itu dan manfaatnya bagi masyarakat


Rounded Rectangle: ASAS-ASAS POKOK PENDIDIKAN
 



          Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Khusus di Indonesia, terdapat beberapa asas pendidikan yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Diantara  asas tersebut adalah Asas Tut Wuri Handayani, Asas Belajar Sepanjang Hayat, dan asas Kemandirian dalam belajar
§Asas Tut Wuri Handayani
Sebagai asas pertama, tut wuri handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dewantara ini kemudian dikembangkan oleh Drs. R.M.P. Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi, yaitu Ing Ngarso Sung Sung Tulodo dan Ing Madyo Mangun Karso.
§Asas Belajar Sepanjang Hayat
Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal.
·       Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan.
·       Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah.
§Asas Kemandirian dalam Belajar
Dalam kegiatan belajar mengajar, sedini mungkin dikembangkan kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu siap untuk ulur tangan bila diperlukan. Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalamperan utama sebagai fasilitator dan motifator. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang dalam melatih kemandirian belajar peserta didik adalah sitem CBSA (Cara Belajar Siwa Aktif).










 

                                                SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap perubahan zaman. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3.
§Kelembagaan Pendidikan
Berdasarkan UU RI No.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kelembagaan dapat dilihat dari segi jalur pendidikan dan program serta pengelolaan pendidikan.
Jalur Pendidikan
Dalam UU No. 20 tahun 2003 Pasal 13 ayat 1 dinyatakan bahwa jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal.
§Jenjang Pendidikan
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang diterapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai dan kemampuan yang akan dikembangkan. Menurut UU No. 20 tahun 2003 pasal 14, jenjang pendidikan formal terdiri atas:


 


                                     


 





Rounded Rectangle: Pendidikan tinggi ( akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, universitas)
 



§Jenis pendidikan
Menurut UU No. 20 tahun 2003 pasal 15, jenis pendidikan mencakup:
·       Pendidikan umum=> Pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
·       Pendidikan kejuruan=> Pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu.
·       Pendidikan akademik=> Pendidikan tinggiyang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu (program sarjana dan pascasarjana).
·       Pendidikan profesi=> Pendidikan tinggi yang diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus
§Jenis Pendidikan
·       Pendidikan vokasi=> Pendidikan tinggi yang diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana.
·       Pendidikan keagamaan=> Pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan ilmu pengetahuan tentang ajaran agama atau menjadi ahli ilmu agama.
·       Pendidikan khusus=> Pendidikan yang diselenggarakan bagi peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif.
§Kurikulum
·       Konsep sistem pendidikan nasional direalisir melalui kurikulum.
·       Kurikulum memberi bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada peserta didik.
·       Ketentuan mengenai kurikulum diatur dalam UU no.20 tahun 2003 pasal 36, 37, dan 38.









































Horizontal Scroll: Aliran-aliran
Pendidikan


 





Pelaksanaan pendidikan selalu dinamis sesuai dengan dinamika manusia dan masyarakatnya. Pemikiran-pemikiran yang membawa pembaruan dalam pendidikan disebut aliran-aliran pendidikan.
§Aliran-aliran klasik dalam pendidikan
·  Teori Empirisme
John Locke (1704-1932)  Dari kata Empiri yang berarti pengalaman. Aliran empirisme atau enviromental menyatakan bahwa perkembangan seorang individu akan ditentukan oleh pengalaman-pengalaman selama perkembangan individu tersebut.  Pendidikan pun termasuk pada pengertian pengalaman seorang individu.
Menurut teori “Tabula Rasa”, yaitu anak dilahirkan bagaikan kertas putih atau meja berlapis lilin yang belum ada tulisannya.
·  Aliran Nativisme
Schopenhauer (1788-1860)
Dari kata natie yang berarti ‘terlahir’.
Aliran Nativisme menyatakan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor keturunan atau bawaan sejak lahir. 
Nativisme percaya bahwa jika anak mempunyai bakat jahat maka ia akan menjadi jahat. Tetapi jika memiliki bakat baik maka ia akan menjadi baik.
Aliran ini mengakibatkan pesimistis di dunia pendidikan, karena pendidikan menjadi tidak berdaya menghadapi perkembangan manusia.
·  Aliran Naturalisme
 J.J. Rousseau (1712-1778)  Aliran naturalisme menyatakan bahwa semua anak yang dilahirkan pada dasarnya dalam keadaan baik.Anak menjadi rusak atau tidak baik karena campur tangan manusia.
Pendidikan hanya memiliki kewajiban untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk tumbuh dengan sendirinya. Pendidikan hendaknya diserahkan kepada alam.
Dalam mendidik seorang anak hendaknya dikembalikan kepada alam agar pembawaan yang baik tersebut tidak dirusak oleh pendidik.
·  Aliran konvergensi
William Stern (1871-1939)
Aliran konvergensi, mengemukakan bahwa pembawaan dan lingkungan mempunyai peran penting dalam perkembangan individu.
Aliran ini berpendapat bahwa anak telah memiliki pembawaan baik dan buruk sejak lahir kedunia, perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh lingkungan.


§Gerakan-Gerakan Baru Dalam Pendidikan
·  Pembelajaran alam sekitar
Pendidikan alam sekitar ditanamkan pemahaman, apresiasi, pemanfaatan lingkungan alami dan sumber-sumber pengetahuan di luar sekolah yang semuanya penting bagi perkembangan peserta didik sehingga peserta didik akan mendapatkan kecakapan dan kesanggupan baru dalam menghadapi dunia nyata. Melalui penjelajahan alam yang dilakukan, maka peserta didik akan menghayati secara langsung tentang keadaan alam sekitar, belajar sambil mengerjakan sesuatu dengan serta merta memanfaatkan waktu senggangnya.
·  Pengajaran pusat perhatian (Centres D’interet)
Ditemukan oleh Ovide Decroly. Pengajaran disusun menurut pusat perhatian anak.
Dari pusat perhatian ini kemudian diambil pelajaran-pelajaran lain. Dalam pengajaran ini anak selalu bekerja sendiri tanpa ditolong dan dilayani.
·  Sekolah kerja
Dikembangkan oleh George Kerschenteiner. bentuk sekolah untuk menjadi warga negara yang baik,  yaitu mendidik anak agar pekerjaannya tidak merugikan masyarakat dan justru memajukannya.
Oleh karena itu sekolah wajib menyiapkan peserta didik untuk suatu pekerjaan. Pekerjaan tersebut hendaknya juga untuk kepentingan negara.
Jadi yang menjadi pusat tujuan pengajaran adalah kerja untuk menatap masa depan.
·  Pengajaran proyek
Dikembangkan oleh W.H. Kilpatrick, menanamkan pengajaran proyek sebagai satu kesatuan tugas yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan dikerjakan bersama-sama dengan kawan-kawannya.
 Menurut Kilpatrick, dengan tetap duduk di bangku masing-masing, maka pembentukan watak para peserta didik tidak dapat terlaksana.
§Aliran Pokok Pendidikan Di Indonesia
·   Taman Siswa didirikan pada tanggal 3 Juli
1922 oleh Ki Hadjar Dewantara. Taman Siswa memiliki asas-asas sebagai berikut:
û Asas merdeka untuk mengatur dirinya
    sendiri
û Asas kebudayaan (kebudayaan Indonesia)
û Asas kerakyatan
û Asas kekuatan sendiri (berdikari)
û Asas berhamba kepada anak
Taman Siswa memiliki dasar-dasar pendidikan yang disebut Panca Dharma, yaitu:
û Kemanusiaan  : Cinta kasih terhada sesama
    manusia dan semua mahkluk ciptaan Tuhan.
û Kodrat hidup : Untuk pemeliharaan dan
    kemajuan hidup sehingga manusia hidup
    selamat dan bahagia.
û  Kebangsaan : Tidak boleh menyombongkan bangsa sendiri, tidak boleh bertentangan dengan kepentingan umum.
û  Kebudayaan : Kebudayaan nasional harus tetap dipelihara.
û  Kemerdekaan/kebebasan : Apabila anak tidak diberikan kemerdekaan maka akan menghambat kemajuannya.
Ki Hadjar Dewantara juga mengajarkan semboyan kepada pendidik yaitu:
û  Ing ngarsa sung tuladha : Memberikan teladan kepada peserta didik ketika berada di depan.
û  Ing madya mangun karsa : Membangun semangat kepada peserta didik ketika berada di tengah.
û  Tut wuri handayani : Mengarahkan peserta didik agar tidak salah bertindak ketika berada di belakang.
·       INS
(Indonesiche Nederlansce School)
     Sekolah yang didirikan oleh Mohammad Syafei di Kayutanam (Padang Panjang, Sumbar). Sekolah ini mempunyai rencana pelajaran dan metode sendiri yang hampir mirip dengan Sekolah Kerjanya Kershensteiner. Syafei berpendapat bahwa dengan belajar sendiri watak peserta didik akan terbentuk dan di kemudian hari dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang merdeka, tidak hanya dengan jalan menghafal saja di sekolah.Indikasi bahwa seseorang bisa disebut guru yang hebat bukanlah pada kemampuannya mengajarkan murid untuk pintar menjawab semua jenis pertanyaan, tetapi pada kemampuannya menginspirasi murid agar mengajukan pertanyaan dia sendiri kesulitan untuk menjawabnya.



 I hope this article will be usefull for you. Thanks

 1. http://arsipkuliahbahasainggris.blogspot.co.id
2. http://lusiruspita.blogspot.co.id

Hello, my name is Lusi Ruspitasari
I'm from Ponorogo, east java !
thanks for visiting my blog !
hopefully useful :) 















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Can't Take My Eyes Off You Lyrics (Joseph Vincent).

https://youtu.be/G3ZOc9tmO4U suka banget sama lagu ini lebih suka yang versi ini daripada versi yang asli hehehe Can't Take My ...